Nia Ramadhani akan menikahi Ardi Bakrie, putra dari salah satu orang terkaya di Indonesia. Saat acara siraman yang digelar sehari sebelum pernikahan, penjagaan sangat ketat. Proses siraman Nia dilangsungkan di kediaman orangtuanya. Seluruh area halaman rumah yang luasnya kira-kira 150 meter per segi ditutup tenda kain bercorak putih gading dan hijau. Sepanjang jalan menuju rumah orangtua Nia ditutupi tenda sepanjang kurang lebih 80 meter hingga ke jalan utama, yakni Jalan Benda II.
Penjagaan ketat terlihat dari pintu utama Jalan Benda. Beberapa personel polisi berjaga-jaga. Di pertigaan jalan hingga menuju rumah bintang film Suster Ngesot itu juga terdapat polisi tergabung dengan beberapa orang dari TNI. Tak ketinggalan personel ormas Pemuda Pancasila turut berjaga selama prosesi siraman Nia.
Di gerbang rumah terlihat berjaga belasan pria berambut cepak mengenakan batik, menyambut kedatangan tamu. Mereka menghalau wartawan menjauh dari tamu sehingga para kuli tinta tidak dapat mengorek komentar dari para tamu yang sebagian besar masih punya hubungan saudara. setelah siraman pada pukul 15.30 WIB akan ada seserahan. Dilanjutkan pukul 16.00 WIB, upacara ngeuyeuk seureuh. dengan Nia.
Ardi Salah Tingkah Di Rumah Nia
Ardi Bakrie dan keluarga besarnya datang ke rumah Nia Ramadhani untuk menjalani prosesi seserahan. Tiba di rumah calon istri, Ardi kikuk. Terlihat jelas Ardi salah tingkah. Nia menjalani laku siraman, pada pukul 16.45 WIB keluarga besar Ardi datang. Keluarga salah satu orang terkaya di Tanah Air itu membawa rombongan menggunakan bus besar dan diiringi beberapa mobil mewah.
Ardi terlihat tampan mengenakan setelan jas hitam dan celana hitam, disematkan kain songket khas Lampung. Senada dengan yang dikenakan oleh ayahnya, Aburizal Bakrie. Rombongan disambut ayah Nia, Priya Ramadhani, yang berkostum serba hijau dan ibunda Nia dengan gaun kebaya putih dipadu kain hijau.
Anindya Bakrie,kakak Ardi menjadi juru bicara keluarga. Prosesi berlanjut dengan Seren Sumeren (serah terima). Keluarga Nia Ramadhani diwakili Martoyo Wiranata Kusumah menyambut keluarga Ardi. Serah terima seserahan dilakukan oleh ibunda Ardi (Tati Bakrie) dan ibunda Nia. Kemudian dilakukan Munjungan (Ardi cium tangan orangtua Nia). Kemudian upacara Ngeuyeuk Seureuh dilakukan secara lesehan. Oleh pembawa acara, Ardi ditanya, ingin dipanggil apa?