Memo Sanjaya sudah membesarkan Juwita selama 14 tahun. Namun, Memo mengaku ikhlas bila putri kesayangannya itu akhirnya memilih tinggal bersama ibunya, Annisa Bahar. ”Dengan kejadian ini, saya ikhlas demi Allah. Mungkin selama ini yang enggak dia temukan di saya, ada di mamanya. Saya hanya mau Juwi bahagia sama mamanya, saudaranya, dan kakaknya. Jangan lupain bapak, sayang. Bapak ikhlas, nak. Bapak ikuti kemauan Juwi,” tutur Memo.
Dengan berlinang air mata, Memo mengaku rela Juwi-panggilan akrab Juwita-tinggal satu atap dengan Annisa Bahar. Memo senang dengan memilih bersama mantan istrinya, Juwi bisa menemukan arti kekeluargaan. Memo pun berpesan agar buah hatinya tersebut tidak melupakannya. ”Saya mohon pada Allah, semoga dia selalu ingat saya dan tidak pernah melupakan saya. Mungkin ini memang jalan yang Juwi inginkan,” tutupnya.
Memo Sanjaya dan Juwita Hanya Salah Paham.
Perseteruan antara Memo Sanjaya dan putrinya, Juwita tidak perlu dibesar-besarkan. Pengacara Memo, Ferry Juan menilai masalah ini hanyalah salah paham antara anak dan ayah. ”Ini cuma masalah salah paham antara anak dan ayahnya saja. Makanya saya fasilitasi Memo bicara di rumah saya. Mungkin Juwi merasa terkekang, tapi ayahnya juga tujuannya baik,” kata Ferry Juan.
Ferry menegaskan, Juwita masih muda dan berhak menentukan pilihan untuk tinggal bersama ayah atau ibunya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 pasal 10 tahun 2002. Menurut Juan, Juwita harus bisa bersikap baik kepada orangtuanya. ”Seperti yang saya tahu dari Alquran surat Al Isro ayat 23-24, anak harus berlaku baik kepada orangtua,” kata Ferry.