Kontroversi pajak artis sebesar 30 % terus mendapatkan sorotan dari kalangan selebriti. Pemain sinetron Surya Saputtra misalnya, dia heran pajak besar akan tetapi jalanan masih saja macet. Surya mengaku sebenarnya dia tidak mempermasalahkan pajak besar asalkan jelas ditujukan untuk apa. “Kalau yang saya lihat, di luar negeri itu juga ada pajak yang besar. Tapi, kalau di luar negeri itu jelas pembangunannya,”ujarnya.
Di luar negeri juga ada perlindungan kesehatan untuk selebritis. “Jadi kalau kita sakit, kita enggak perlu keluar duit karena duitnya diambil dari pajak. Terus jalan-jalan di luar negeri mulus, enggak ada macet. Kalau begitu kan kitanya juga enak,” katanya. Berbeda dengan di Indonesia, sambungnya, sudah artisnya bekerja setengah mati, membayar pajak besar, tetap saja jalanan rusak dan macet.
Masih banyak yang perlu dibenahi, seperti masalah transparansi pajak, kepemimpinan. “Panjang kalau ngomongin ini,” tegasnya. pemerintah juga seharusnya melihat terlebih dahulu apakah artisnya punya tanggungan atau tidak. “Kalau artis harus menanggung keluarga dan saudara terus ditambah lagi pajak 30 % buat saya itu gila. Kita nggak tahu kemana 30 %,” katanya.
Dirjen pajak tak mau turunkan pajak artis.
Tuntutan sejumlah artis yang meminta keringanan pajak, ditanggapi dingin oleh Dirjen Pajak M. Tjiptardjo, karena dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. di dalam Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) diterangkan jika penghasilan sudah tinggi diatas Rp500 juta pertahun, wajib pajak memang dikenai tarif Pajak Penghasilan sebesar 30 %, sementara untuk penghasilan Rp250-500 juta dikenai pajak sebesar 25 %. “Itu kan sudah ada di Undang-Undang Perpajakan, nggak gampang untuk mengubahnya,” ujarnya.
kemarin sejumlah artis yang tergabung dalam Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) mendatangi Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan tuntutan mereka untuk meminta penurunan pajak yang harus mereka bayar. Ketua PARSI Anwar Fuadi, tarif pajak penghasilan sebesar 30 persen yang ditetapkan kepada artis sinetron sejak tahun lalu dinilai terlalu tinggi. Dalam rombongan yang datang kemarin hadir pula sejumlah artis-artis pendatang baru seperti Luki Perdana, Eva Anindita, Semi, Fitri, Puspitasari, Darwis dan lain-lain.