Ketergantungan terhadap seni peran layar lebar membuat penyanyi dangdut Dewi Perssik total mendalami akting. Berawal dari sinetron Mimpi Manis (2006-2007), mantan istri Saipul Jamiell ini kian tergila-gila dengan dunia peran. Pasca merampung sinetron perdananya, wanita yang memiliki nama asli Dewi Mulya Agung ini merambah dunia layar lebar lewat Film TIREN (MATI KEMAREN) tahun 2008. Di awal karirnya menjejakkan kaki di dunia layar lebar Dewi langsung melahap 3 film sekaligus dalam kurun waktu satu tahun.
Tercacat KU TUNGGU JANDAMU (2008), SETAN BUDEG (2008) dan TIREN (MATI KEMAREN) (2008). Debut Dewi di dunia perfilman semakin mulus ketika wanita kelahiran 18 Desember 1985, Jember – Jawa Timur ini dipercaya untuk berakting dalam film SUSUK POCONG (2009), PAKU KUNTILANAK (2009), TIRAN (2010), LIHAT BOLEH PEGANG JANGAN (2010), ARWAH GOYANG KARAWANG (2011), PACAR HANTU PERAWAN (2011), dan ARWAH KUNTILANAK DUYUNG (2011). Kesuksesan putri pasangan H. Moch Aidil (ayah) dan Hj. Sri Muna (ibu) ini memerankan beberapa karakter dalam layar lebar bukan karena terlatih dan handal dalam memerankan karakternya, namun karena ada sesuatu yang tak dimiliki oleh artis lain.
Tak heran jika talenta Dewi dalam berakting tersebut kabarnya dihargai oleh para produser dengan harga Rp. 500 juta. Harga tersebut di luar biaya akomodasi dan transportasi yang dibutuhkan oleh Dewi untuk sekali bermain film. Dengan bandrol yang fantastis tersebut, Dewi bisa disebut sebagai salah satu bintang film termahal di Indonesia saat ini. Penasaraan ingin tahu talenta apa sebenarnya yang dimiliki oleh Dewi? Kalau film karena tawaran-tawaran sebelumnya yang menjadikan saya ketergantungan. Yang tadinya akting itu nomer sekian karena kan prioritas utama saya menyanyi, tapi ternyata selama saya menyanyi saya tidak akting, kangen belakangnya, Saya selalu melihat alur ceritanya seperti apa, saya di sini siap memberikan ide karena saya kan gak bisa nulis. Saya sangat bersyukur sekali jika produser memberikan kepercayaan kepada saya dari ide itu. Dan suatu sensasi buat film saya seperti apa, dan itu paling sendiri para produser menilai saya seperti apa.
Fahria Ade alias Fahria Mumtaz